MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR BERBASIS CONTOH, LATIHAN CONTROL, KERJA MANDIRI (CLCK) MELALUI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TK TUNAS HARAPAN DI TARUMAJAYA PADA TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Keywords:
Kompetensi Guru, Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka, Belajar Berbasis Contoh, Latihan Control, Kerja Mandiri (CLCK), Supervisi.Abstract
Rendahnya kualitas sumber daya manusia khususnya tenaga pendidik/guru merupakan salah satu masalah utama dalam dunia pendidikan. Seperti kenyatan yang terjadi di PAUD Kecamatan khususnya penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran di tahun yang lalu berdasarkan hasil supervisi kepala sekolah pada 3 orang guru ditemukan data bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran guru tidak menggunakan media. Guru lebih banyak menjelaskan materi padahal materi tersebut dapat diperjelas dengan media yang dengan mudah didapat baik media yang tersedia di sekolah maupun di sekitar sekolah. Dari 9 orang guru di TK Tunas Harapan Kecamatan Tarumajaya dan yang dijadikan objek penelitian adalah 3 orang guru tersebut hanya 1 orang (25%) yang sudah menggunakan media dalam kegiatan pembelajaran sedangkan 2 orang (75%) lainnya masih tidak menggunakan media. Dengan adanya permasalahan tersebut harus segera diatasi dengan upaya peningkatan kemampuan guru supervisi dengan teknik kunjungan antar kelas. Teknik kunjungan antar kelas merupakan kegiatan yang dilakukan guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain dalam lingkungan sekolah itu sendiri. kunjungan antar kelas ini dapat dilakukan secara individual antar guru atau sekelompok guru berkunjung kepada seorang guru. Melalui kunjungan antar kelas ini diharapkan guru akan memperoleh pengalaman baru dari teman sejawatnya yang lebih profesional. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan subyek guru TK Tunas Harapan Kecamatan berjumlah 3 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan dengan 2 kali pertemuan disetiap siklusnya. Pada setiap siklus terdapat kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Data observasi dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif persentase. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran dimana pada siklus 1 pertemuan 1 adalah 60% dengan kategori cukup, meningkat pada pertemuan 2 menjadi 67% dengan kategori baik. Pada siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 75% dengan kategori baik dan terjadi lagi peningkatan pada pertemuan 2 menjadi 85% dengan kategori sangat baik. Pelaksanaan supervisi dengan teknik kunjungan antar kelas pada siklus I pertemuan 1 adalah 64% dengan kategori baik meningkat menjadi 76% dengan kategori baik pada pertemuan 2, Pada siklus 2 pertemuan 1 meningkat lagi menjadi 81% dengan kategori sangat baik dan pada pertemuan 2 menjadi 88% dengan kategori sangat baik.
References
Abrari Rusyan.1989.Pendekatan dalam Proses
Belajar Mengajar. Bandung : Remadja.
Ali Imron. (2005). Supervisi Pengajaran. Jakarta:
Jaya Abadi.
Arifin, Mulyati,1995. Pengembangan program
pengajaran bidang studi IPS .Surabaya:
Airlangga University Press.
Arikunto Suharsimi,2007.Penelitian Tindakan
Kelas .Jakarta: PT.Bumi Aksara.
Arsyad, Ashar. 1996. Media Pembelajaran.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Arsyad. (1997). Media Pembelajaran. Jakarta:
Gaung Persada.
Azhar, Arsyad. (2013). Menghadirkan Fakta ke
dalam Kelas.
Bandung: Sumbawa Abadi.
Baharuddin, & Dalle, J. (2017). Interactive
courseware for supporting learners
competency in practical skills. Turkish
Online Journal of Educational Technology,
16(3), 87–98.
Barhein.
(2011).
Supervisi
Jogyakarta: Angkasa Jaya.
Dahar,Ratna,Willis,1989.Teori
belajar.Jakarta : Erlangga
_______________.2007.Penelitian
Pendidikan.
teori
Tindakan
Kelas.Jakarta : PT.Bumi Aksara
Dalle, J., Hadi, S., Baharuddin, & Hayati, N.
(2017). The development of interactive
multimedia learning pyramid and prism for
junior high school using macromedia
authorware. Turkish Online Journal of
Educational Technology, 2017(Special
Issue 2017), 714–721.
Depdiknas RI,2004.Undang Undang No 20
tentang sistem pendidikan nasional (
SISDIKNAS ) Jakarta : Depdiknas.
Dahar, Ratna Wilis. 1988. Teori-teori Belajar.
Jakarta : Dirjen Dikti P2LPTK Depdikbud.
Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan
pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Djamarah dan Zein, (1994). Dasar-Dasar
Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara,
Jakarta.
Djamarah, Syaiful Bahri dkk. 2002. Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Mulyasa. (2007). Kompetensi Pegagogik Guru.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Oemar Hamalik. 2001. Proses Belajar Mengajar.
Jakarta: PT Bumi Aksara
PP Nomor 32 Tahun 2013 tentang standar
nasional pendidikan.
Priyadi, dkk. (2011). Bahan Pembelajaran
Supervisi Akademik Surakarta: LP3S.
Purwanto.
(2009).
Supervisi
Pendidikan.
Jogyakarta: Pustaka pelajar.
Sahertian, P.A. (2000). Konsep Dasar dan Teknik
Supervisi Pendidikan dalam Rangka
Pengembangan Sumber Daya Manusia..
Jakarta: Rineka Cipta.
Sebastian.
(2010).
Supervisi
Jakarta: Gaung Persada.
Pengajaran.
Sardiman, A. M. 2001. Interaksi dan Motivasi
Belajar
Mengajar.
Rajagrasindo Persada.
Jakarta
:
PT
Suparno, P. 1997. Filsafat Konstruktivisme
Dalam Pendidikan. Yogyakarta : Kanisius.
Slameto, 2003. Belajar dan Faktor-faktor Yang
Mempengaruhinya. Rineka Cipta. Jakarta.
Sudjana, 1998. Dasar-Dasar Proses Belajar
Mengajar. Sinar Barn Algesindo. Bandung.
Usman. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta:
Gaung Persada.
UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Jakarta: Depdiknas.
Wahyudi. (2009). Lembaga Pendidikan Formal.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Wibawa. (2007). Profesionalisme Guru. Jakarta:
Lembaga Jaya.