MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KEKHASAN ATOM KARBON MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION SISWA KELAS XI MIPA SMAN 2 RANGKASBITUNG

Authors

  • Emanuel Agus Sutjipto Budi Winarno SMAN 2 Rangkasbitung Author

Keywords:

Pembelajaran Kekhasan Atom Karbon , kooperatif model Group Investigation.

Abstract

Berbagai dampak negatif dalam menggunakan metode kerja kelmpok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Yang diperkanalkan dalam metode pembelajaran cooperative learning bukan sekedar kerja kelompok, melainkan pada penstrukturannya. Jadi, sistem pengajaran cooperative learning bisa didefinisikan sebagai kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok (Johnson & Johnson, 1993), yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model GI berpengaruh terhadap hasil belajar Kekhasan Atom Karbon? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi Kekhasan Atom Karbon dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model GI?. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model GI terhadap hasil belajar Kekhasan Atom Karbon K. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan materi Kekhasan Atom Karbon setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model GI. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas XI MIPA. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (61,11%), siklus II (72,22%), siklus III (88,89%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model GI dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar Siswa, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternativ pembelajaran Tata Nama Senyawa Hidrokarbon.

References

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses

Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru

Algesindon.

Arikunto, Suharsimi. 1989. Penilaian Program

Pendidikan. Proyek Pengembangan LPTK

Depdikbud. Dirjen Dikti.

Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar

Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa

Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian

Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:

Rineksa Cipta.

Arikunto,

Suharsimi.

2001.

Dasar-Dasar

Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi

Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian

Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:

Rineksa Cipta.

Combs. Arthur. W. 1984. The Profesional

Education of Teachers. Allin and Bacon,

Inc. Boston.

Dayan, Anto. 1972. Pengantar Metode Statistik

Deskriptif. Lembaga Penelitian Pendidikan

dan Penerangan Ekonomi.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar

Mengajar.

Jakarta:

Rineksa Cipta.

Djamarah. Syaiful Bahri. 2002. Psikologi

Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Foster, Bob. 1999. Seribu Pena SLTP Kelas I.

Jakarta: Erlangga.

Hadi, Sutrisno. 1981. Metodogi Research.

Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi

Universitas Gajah Mada. Yoyakarta.

Hamalik, Oemar. 1992. Psikologi Belajar dan

Mengajar. Bandung: Sinar Baru. Hamalik,

Oemar.

1999.

Kurikuum

dan

Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998.

Proses Belajar Mengajar. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Margono.

1997.

Metodologi

Penelitian

Pendidikan. Jakarta. Rineksa Cipta.

Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan

Kelas.

Makalah

PanitianPelatihan

Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru

se-Kabupaten Tuban.

Mursell, James ( - ). Succesfull Teaching

(terjemahan). Bandung: Jemmars.

Ngalim, Purwanto

Psikologi

Bandung:

Rosdakarya.

M.

1990.

Pendidikan.

PT.

Remaja

Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk

Belajar.

Surabaya. University Press.

Universitas Negeri Surabaya.

Poerwodarminto. 1991. Kamus Umum Bahasa

Indonesia. Jakarta: Bina Ilmu. Rustiyah,

N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar.

Jakarta: Bina Aksara.

Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi

Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Slameto, 1988. Evaluasi Pendidikan. Jakarta:

Bina Aksara.

Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model

Pembelajaran.

Jakarta:

Universitas Terbuka.

PAU-PPAI,

Suryabrata, Sumadi. 1990. Psikologi Pendidikan.

Yogyakarta: Andi Offset. Suryosubroto, b.

1997.

Proses Belajar Mengajar di

Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.

Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan,

Suatu Pendekatan Baru. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru

Profesional.

Bandung:

Remaja

Rosdakarya. Wetherington. H.C. and W.H.

Walt. Burton. 1986. Teknik-teknik Belajar

dan Mengajar. (terjemahan) Bandung:

Jemmars

Downloads

Published

2024-09-03