MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL MELALUI PENDAMPINGAN TERBIMBING PADA GURU SMAN 1 BANJARSARI
Keywords:
Pendampingan terbimbing, Kriteria Ketuntasan Minimal,Abstract
Masalah yang mendasar pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan guru dalam menentukan dan menyusun kriteria ketuntasan minimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya pemahaman dan kuranganya motivasi guru. Rendahnya kemampuan tersebut merupakan tanggung jawab bersama pengelola pendidikan. Kepala sekolah sebagai supervisor turut bertanggung jawab untuk melakukan upaya-upaya peningkatan kemampuan sehingga pada akhirnya dapat menentukan dan menyusun kriteria ketuntasan minimal. Jelas bahwa kemapuan guru dalam menyusun kriteria ketuntasan minimal perlu ditingkatkan. Peningkatan kemampuan guru didampingi oleh Kepala Sekolah sebagai supervisor yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh guru. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut “Apakah melalui pendampingan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan menyusun Kriteria Ketuntasan Minimal terhadap guru SMAN 1 Banjarsari?”, tujuan penelitian Tindakan ini adalah “Untuk meningkatkan kemampuan dalam menyusun Kriteria Ketuntasan Minimal melalui pendampingan terbimbing terhadap guru-guru SMAN 1 Banjarsari”. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis kategorial dan fungsional melalui model analisis interaktif (interactive model), yakni analisis yang dilakukan melalui empat komponen analisis: reduksi data, penyandian, dan verifikasi dilakukan secara simultan. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan di atas Penelitian Tindakan Sekolah ini dapat disimpulkan pendampingan dapat meningkatkan kemampuan menyusun Kriteria Ketuntasan Minimal terhadap Guru-guru SMAN 1 Banjarsari. Hasil tes yang dilakukan ini dijadikan sebagai dasar untuk mengetahui keberhasilan penelitian tindakan sekolah selanjutnya. Tes ini dilakukan terhadap 36 guru di SMAN 1 Banjarsari. Hasil tes yang telah dilakukan dalam kegiatan pratindakan menunjukan kemampuan guru sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya skor rata-rata perolehan guru yang hanya mencapai skor rata-rata dari ketiga kriteria menunjukkan perolehan guru yang hanya mencapai 52,4 (kualifikasi rendah). Rendahnya kemampuan guru ini juga ditunjukkan melalui skor rata-rata dari ketiga kriteria guru dari masing-masing aspek yang diujikan. Sedangkan skor rata-rata pada Siklus I telah menunjukan peningkatan menjadi 62,5 meskipun masih dalam kualifikasi rendah dan skor rata-rata dari ketiga kriteria pada siklus II meningkat lagi yaitu menjadi 71,5 dengan kualifikasi tinggi.
References
Agung, I. G. N. 1992, Metode Penelitian Sosial:
Pengertian dan Pemakaian Praktis.
Jakarta PT. Gramedia Pustaka Utama.
Arikunto, Suharsimi, 1993, Manajemen Mengajar
Secara Manusiawi, jakarta rineksa Cipta.
Bafadal, Ibrahim. 1992. Supervisi Pengajaran:
Teori dan Aplikasinya dalam Membina
Profesional Guru. Jakarta: Bumi Aksara.
Basiran, Mokh. 1999. Apakah yang Dituntut
GBPP Bahasa Indonesia Kurikulum
1994?. Yogyakarta: Depdikbud
Degeng, I.N.S. 1997. Strategi Pembelajaran
Mengorganisasi
Isi
dengan Model
Elaborasi. Malang: IKIP dan IPTDI
Depdikbud. 1995. Pedoman Proses Belajar
Mengajar di SD. Jakarta: Proyek
Pembinaan Sekolah Dasar
Departemen Pendidikan nasional (2003).
Undang-Undang nomor 23 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional
Jakarta.
Ganeca, Widya Dharma, Agama Hindu untuk
SMA kelas XI, Jakarta : 2007.
Hamalik, Oemar. 1992. Administrasi dan
Supervisi
Pengembangan Kurikulum.
Bandung: CV. Mandar Maju.
Hidayat, Sholeh (2003). Media dan sumber
Pembelajaran. Makalah pada Diklat Guru
dan Kepala sekolah-Dindik Propinsi
Banten
http://www.ditplb.or.id/new/index.php,
model Penelitian Tindakan Kelas .
Direktorat Pendidikan Luar Sekolah.
Jakarta, diunduh 15 Juni 2013.
Imron Ali. 1995. Pembinaan Guru Di Indonesia.
Malang: Pustaka Jaya. Kemmis, S. and R
McTaggart, 1988. Action Research - some
ideas from The Action Research Planner,
Third edition, ed. Deakin University.
Kentut,Drs. 2004. Prinsif Pengembangan Media,
Pustekom. Jakarta.
Moeleong, Lexy J. 2000. Metodologi Penelitian
Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosyda
Karya.
Nasution, Prof,Dr,MA. 1986. Didaktik Asas
Mengajar, Bandung Jemmars.
Sevilla, C.G., Ochave, J.A., Punsalan, T.G.,
Regala, B.P. & Uriarte, G.G. 1993.
Pengaturan Metode Penelitian. Alih
Bahasa oleh Alimudin Tuwu. Jakarta : UI
Press.
Surakmad, Winarno. 1982. Pengantar Interaksi
Mengajar Belajar : Dasar dan Teknik
Metodologi Pengajaran, Bandung. Tarsito.
Uno Hamzah.B, Prof, DR, M.Pd. 2007. Model
Pembelajaran : Menciptakan Proses
Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif ,
Jakarta, Bumi Aksara.
Pedoman Pembelajaran Tuntas, Direktorat
Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah,
Departemen
Pendidikan
Jakarta.
Nasional,
Wiraatmaja, Rochiati, Prof. Dr. (2005). Metode
Penelitian Tindakan Kelas. UPI dan
Remaja Rosdakarya : Bandung.
Widya Upadesa ( Buku Pelajaran Agama Hindu),
untuk SD Kelas 4, Widya Dharma
Denpasar,
Ditjen
Bimas
Kementerian Agam R I, 2007