MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION
Keywords:
Gotong-royong, Group InvestigationAbstract
Sesungguhnya, bagi guru-guru di negeri ini metode gotong royong tidak terlampau asing dan mereka telah sering menggunakannya dan mengenalnya sebagai metode kerja kelompok. Memang tidak bisa disangkal bahwa banyak guru telah sering menugaskan para siswa untuk bekerja dalam kelompok. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah 1). Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model GI terhadap hasil belajar Sejarah siswa Kelas XI MIPA 1 Tahun Pelajaran 2019-2020?; 2). Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Sejarah setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model GI pada siswa Kelas XI MIPA 1 Tahun Pelajaran 2019-2020?. Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di SMAN 2 Rangkasbitung Kabupaten Lebak – Banten. Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Subyek penelitian adalah siswa siswi Kelas XI MIPA 1 tahun pelajaran 2019/2020 pada pokok bahasan perkembangan teknologi untuk produksi, komunikasi dan transportasi. Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan belajar aktif, observasi aktivitas siswa dan guru, dan tes formatif. Untuk mengetahui keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan 1). Ketuntasan Hasil belajar Siswa : Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model GI memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang telah disampaikan guru selama ini (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 60,71%, 75,00%, dan 89,29%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai; 2). Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran : Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran kooperatif model GI dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dan penguasaan materi pelajaran yang telah diterima selama ini, yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan; 3). Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran : Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Sejarah dengan pembelajaran kooperatif model GI yang paling dominan adalah, mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas isiwa dapat dikategorikan aktif. Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran kooperatif model GI dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam mengerjakan.
References
Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses
Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru Algesindon.
Arikunto,
Suharsimi. 1989. Penilaian
Program
Pendidikan.
Proyek
Pengembangan LPTK Depdikbud.
Dirjen Dikti.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen
Mengajar
Secara
Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto,
Suharsimi. 1999. Prosedur
Penelitian
Suatu
Pendekatan
Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-Dasar
Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara.
Arikunto,
Suharsimi. 1999. Prosedur
Penelitian
Suatu
Pendekatan
Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Combs. Arthur. W. 1984. The Profesional
Education of Teachers. Allin and
Bacon, Inc. Boston.
Dayan, Anto. 1972. Pengantar Metode
Statistik Deskriptif. Lembaga
Penelitian Pendidikan dan
Penerangan Ekonomi.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa
Cipta.
Djamarah. Syaiful Bahri. 2002. Psikologi
Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Foster, Bob. 1999. Seribu Pena SLTP
Kelas I. Jakarta: Erlangga.
Hadi, Sutrisno. 1981. Metodogi Research.
Yayasan Penerbitan Fakultas
Psikologi Universitas Gajah Mada.
Yoyakarta.
Hamalik, Oemar. 1992. Psikologi Belajar
dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Hamalik, Oemar. 1999. Kurikuum dan
Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi
Aksara.
Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998.
Proses Belajar Mengajar. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Margono. 1997. Metodologi Penelitian
Pendidikan. Jakarta. Rineksa Cipta.
Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian
Tindakan Kelas. Makalah
PanitianPelatihan Penulisan Karya
Ilmiah untuk Guru-guru se
Kabupaten Tuban.
Mursell, James ( - ). Succesfull Teaching
(terjemahan). Bandung: Jemmars.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi
Pendidikan. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk
Belajar. Surabaya. University Press.
Universitas Negeri Surabaya.
Poerwodarminto. 1991. Kamus Umum
Bahasa Indonesia. Jakarta: Bina
Ilmu.
Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar
Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan
Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:
Bina Aksara.
Slameto, 1988. Evaluasi Pendidikan.
Jakarta: Bina Aksara.
Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan
Model Pembelajaran. Jakarta: PAU
PPAI, Universitas Terbuka.
Suryabrata, Sumadi. 1990. Psikologi
Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset.
Suryosubroto, b. 1997. Proses Belajar
Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT.
Rineksa Cipta.
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi
Pendidikan, Suatu Pendekatan
Baru. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru
Profesional. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Wetherington. H.C. and W.H. Walt. Burton.
1986. Teknik-teknik Belajar dan
Mengajar. (terjemahan) Bandung:
Jemmars.