PEMBELAJARAN BERBASIS PRODUK SISWA UNTUK MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER
Keywords:
Pembelajaran berbasis produk, Nilai Karakter.Abstract
Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur, jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development), dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development). Pengembangan dan implementasi pendidikan karakter perlu dilakukan dengan mengacu pada grand design tersebut. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah observasi, studi literatur, wawancara, dokumentasi dan angket yang digunakan untuk mengukur nilai karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses pembelajaan berbasis produk siswa berhasil mengembangkan karakter jujur siswa. Prosentase jujur 66% telah memberikan implikasi positif pada proses pengembangan internalisasi karakter.Proses pembelajaan berbasis produk siswa berhasil mengembangkan karakter Kreatif siswa. Prosentase kreatifitas 72% telah memberikan implikasi positif pada proses pengembangan internalisasi karakter.Proses pembelajaan berbasis produk siswa berhasil mengembangkan karakter mandiri siswa pada materi trigonometri. Prosentase kemandirian 87% telah memberikan implikasi positif pada proses pengembangan internalisasi karakter.Proses pembelajaan berbasis produk siswa berhasil mengembangkan karakter kerjakeras siswa. Prosentase kerjakeras 62% telah memberikan implikasi positif pada proses pengembangan internalisasi karakter.Proses pembelajaan berbasis produk siswa berhasil meningkatkan pemahaman kognitif siswa. Saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini adalah Proses pengamatan sebaiknya dibantu oleh teman guru lainnya, supaya proses tindakan siswa dapat teramati dengan baik. Melalui penelitian ini dapat dikembangkan pembuatan/aplikasi produk lainnya dalam pelajaran supaya terus dapat merangsang nilai-nilai karakter bangsa yang terintegrasi dalam kurikulum.
References
Dinas Pendidikan Provinsi Banten. 2013. Draft
Pedoman
Implementasi
Pendidikan
Berkarakter Provinsi Banten tahun 2013.
Frye, Mike at all. (Ed.) 2002. Character
Education: Informational Handbook and
Guide for Support and Implementation of
the Student Citizent Act of
2001.
North Carolina: Public
Carolina.
Schools of North
Jurnal Madani. 2013. LPMP Provinsi Banten.
Lickona, Thomas. 1991. Educating for Character:
How Our School Can Teach
Respect
and
Toronto,
Responsibility.
New York,
London, Sydney, Aucland:
Bantam books.
Marzuki. 2009. Prinsip Dasar Akhlak Mulia:
Pengantar Studi Konsep-Konsep Dasar
Etika
dalam Islam. Yogyakarta: Debut
Wahana Press-FISE UNY.
Oemaherpepe.wordpress.com:http://oemaherpe
pe.wordpress.com/rpp-dan-silabus
berkarakter-sma/
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indonesia Nomer 22 tahun 2006 tentang
Standar Isi.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indonesia Nomer 23 tahun 2006 tentang
Standar Kompetensi Lulusan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indonesia Nomer 41 tahun 2007 tentang
Standar Proses untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah.
Ryan, Kevin and Bohlin, K.E. 1999. Building
Character in Schools: Practical Ways
to Bring Moral Instruction to Life. San
Francisco: Jossey Bass.
Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang
Republik Indonesia Nomer 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.