PEMBELAJARAN BERBASIS PRODUK SISWA UNTUK MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER

Authors

  • Rina Widiyastuti SMKN 1 Rangkasbitung Author

Keywords:

Pembelajaran berbasis produk, Nilai Karakter.

Abstract

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur,  jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan.  Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik  (Physical and kinestetic development), dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development). Pengembangan dan implementasi pendidikan karakter perlu dilakukan dengan mengacu pada grand design tersebut. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah observasi, studi literatur, wawancara, dokumentasi dan angket yang digunakan untuk mengukur nilai karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses pembelajaan berbasis produk siswa berhasil mengembangkan karakter jujur siswa. Prosentase jujur 66% telah memberikan implikasi positif pada proses pengembangan internalisasi karakter.Proses pembelajaan berbasis produk siswa berhasil mengembangkan karakter Kreatif siswa. Prosentase kreatifitas 72% telah memberikan implikasi positif pada proses pengembangan internalisasi karakter.Proses pembelajaan berbasis produk siswa berhasil mengembangkan karakter mandiri siswa pada materi trigonometri. Prosentase kemandirian 87% telah memberikan implikasi positif pada proses pengembangan internalisasi karakter.Proses pembelajaan berbasis produk siswa berhasil mengembangkan karakter kerjakeras siswa. Prosentase kerjakeras 62% telah memberikan implikasi positif pada proses pengembangan internalisasi karakter.Proses pembelajaan berbasis produk siswa berhasil meningkatkan pemahaman kognitif siswa. Saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini adalah Proses pengamatan sebaiknya dibantu oleh teman guru lainnya, supaya proses tindakan siswa dapat teramati dengan baik. Melalui penelitian ini dapat dikembangkan pembuatan/aplikasi produk lainnya dalam pelajaran supaya terus dapat merangsang nilai-nilai karakter bangsa yang terintegrasi dalam kurikulum.

References

Dinas Pendidikan Provinsi Banten. 2013. Draft

Pedoman

Implementasi

Pendidikan

Berkarakter Provinsi Banten tahun 2013.

Frye, Mike at all. (Ed.) 2002. Character

Education: Informational Handbook and

Guide for Support and Implementation of

the Student Citizent Act of

2001.

North Carolina: Public

Carolina.

Schools of North

Jurnal Madani. 2013. LPMP Provinsi Banten.

Lickona, Thomas. 1991. Educating for Character:

How Our School Can Teach

Respect

and

Toronto,

Responsibility.

New York,

London, Sydney, Aucland:

Bantam books.

Marzuki. 2009. Prinsip Dasar Akhlak Mulia:

Pengantar Studi Konsep-Konsep Dasar

Etika

dalam Islam. Yogyakarta: Debut

Wahana Press-FISE UNY.

Oemaherpepe.wordpress.com:http://oemaherpe

pe.wordpress.com/rpp-dan-silabus

berkarakter-sma/

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik

Indonesia Nomer 22 tahun 2006 tentang

Standar Isi.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik

Indonesia Nomer 23 tahun 2006 tentang

Standar Kompetensi Lulusan.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik

Indonesia Nomer 41 tahun 2007 tentang

Standar Proses untuk Satuan Pendidikan

Dasar dan Menengah.

Ryan, Kevin and Bohlin, K.E. 1999. Building

Character in Schools: Practical Ways

to Bring Moral Instruction to Life. San

Francisco: Jossey Bass.

Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang

Republik Indonesia Nomer 20 Tahun

2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional.

Downloads

Published

2024-03-03

Issue

Section

Articles