UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI SD NEGERI KARANG RAHARJA 02 CIKARANG UTARA MELALUI SUPERVISI AKADEMIK. (LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH DI SD NEGERI KARANG RAHARJA 02 KECAMATAN CIKARANG UTARA, KABUPATEN BEKASI)
Keywords:
Kompetensi Guru, Supervisi AkademikAbstract
Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan harus disertai dengan peningkatan kualitas guru. Guru merupakan unsur yang penting dalam proses pembelajaran. Guru memiliki tanggungjawab besar dalam proses pembelajaran karena guru yang secara intensif berinteraksi dengan peserta didik dan guru sebagai sumber belajar. Kompetensi guru dalam menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, tercermin pada kepribadian guru. Sebagai guru memiliki tugas dan tanggung jawab bukan hanya menyampaikan bahan pelajaran kepada peserta didik, melainkan dituntut pula agar pelajaran yang diterapkan oleh guru dapat dipahami oleh siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru melalui supervisi akademik di SD Negeri Karang Raharja 02 Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Metode ini menggunakan Action Research yang dilakukan dalam dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan dan setiap pertemuan terdiri dari empat tahap yaitu : Perencanaan, Observasi dan Refleksi. Saat pelaksanaan PTK digunakan Instrumen yang terdiri dari Instrumen Soal Tes, Lembar Observasi. Penelitian tindakan sekolah ini dilakukan oleh peneliti sendiri juga selaku kepala sekolah di SD Karang Raharja 02 Cikarang Utara. Sedangkan yang diteliti adalah guru – guru baik PNS maupun Honorer sebanyak 16 orang. Dari analisis diperoleh bahwa terjadi peningkatan sikap keprofesionalan dari guru - guru dan adanya peningkatan aktivitas serta kompetensi guru melalui metode supervisi akademik juga adanya peningkatan pembinaan, pengawasan dan penilaian dari kepala sekolah. Hasil perolehan skor nilai pada siklus I hanya mencapai 40 % (11 orang guru yang memuaskan ) dengan nilai tertinggi 3,11 dan nilai terendah 2,34. Sedangkan pada Siklus II perolehan skor mencapai 93,75 % (15 orang guru yang memuaskan, 1 orang yang sangat memuaskan ) dengan nilai tertinggi 3,29 dan nilai terendah 2,83 Kegiatan PTS ini akan sangat membantu mereka dalam memahami meningkatkan kompetensi guru dalam bekerja pelaksanaan rutinitas sebagai pengajar dan pendidik serta pada akhirnya nanti bermuara pada pencapaian tujuan pembelajaran yang memuaskan.
References
Abbas, Yusra. 2013. Motivasi Intrinsik,
Motivasi Ekstrinsik, Kompetensi
Dan Kinerja Guru, Humanitas,
Vol. X No.1 Januari.
Abdul Hadis dan Nurhayati, 2012
Manajemen Mutu Pendidikan,
Bandung: Alfabeta.
Amstrong, Michael. 2009. Handbook of
Management and Leadership: A
Guide to Managing Results.
London: Kogan Page,
Anonim. 2004. Standar Kompetensi Guru
Sekolah Dasar,Jakarta :
Direktorat Jenderal Pendidikan
Dasar dan Menengah Direktorat
Tenaga Kependidikan.
Anonim. 2005. Undang-Undang Republik
Indonesia Tahun
2005,Jakarta,Tentang Guru dan
Dosen, Cemerlang Jakarta.
Alfonso, R.J. Firth, G.R, dan Neville,R.F.
1981. Instructional Supervision:
A Behavour. System. Boston:
Allyn and Bacon, Inc.
Davys, Allyson and Liz Beddoe. Best
Practice in Professional
Supervision. London: Jessica
Kingsley Publishers, 2010.
Daresh, J.C. 1989. Supervision as a
Proactive Process. New York &
London: Longman
Depdikbud. 1997. Pedoman Pelaksanaan
Sistem Pembinaan Profesional
Bagi Guru Sekolah Dasar.
Jakarta: Bagian Proyek PEQIP.
Depdikbud. 2003. Standar Kompetensi
Guru. Jakarta: Dittendik.
E. Mulyasa, 2013. Standar Kompetensi
dan Sertifikasi Guru,(Bandung:
PT Remaja Rosdakarya,
Glickman, Carl.D. 1981. Developmental
Supervision Alternative
Practices for Helping Teachers
Improve Instruction. Virginia:
Asscociation for Supervision and
Curriculum Development.
http://www.canboyz.co.cc/2010/05/penge
rtian-definisi-supervisi.html
http://www.khusnuridlo.net/2010/06/supervis
i-akademik-dalam-rangka.html
Jamil Suprihatiningkrum, Guru
Profesional: Pedoman Kinerja,
Kualifikasi & Kompetensi Guru,
...
J.B Situmorang dan Winarno, 2008.
Pendidikan Profesi dan
Sertifikasi Pendidik, Klaten:
Macanan Jaya Cemerlang,
Jamil Suprihatiningkrum, 2014. Guru
Profesional : Pedoman Kinerja,
Kualifikasi & Kompetensi Guru,
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media..
Jejen Musfah, 2012. Peningkatan
Kompetensi Guru : Melalaui
Pelatihan dan Sumber Belajar
Teori dan Praktik,Jakarta:
Kencana,.
Latham, Gary P. 2007. Work motivation:
History, Theory, Research, and Practice. California: Sage
Publications Inc.,.
Martinis Yamin. 2010. Standarisasi
Kinerja Guru. Jakarta: Gaung
Persada Press.
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi nomor 21 tahun 2010
tentang Jabatan Fungsional
Pengawas Sekolah Dan Angka
Kreditnya.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
No. 19 tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan Pendidikan
Permadi, 1996. Pemimpin dan
Kepemimpinan dalam
Manajemen. Jakarta: Rineka
Cipta,
Pidarta, Made. 1995. Peranan Kepala
Sekolah pada Pendidikan Dasar.
Jakarta: Grasindo,
Prasetyo Irawan,Suciati dan IGK
Wardani. 1996. Teori Belajar,
Motivasi dan Keterampilan
Mengajar. Jakarta : PAU-PPAI
Universitas Terbuka,
Purwanto, “Supervisi Akademik
Pengawas Sekolah dan Kinerja
Guru” Musi Rawas, Vol. 1, No. 2
(2014): h. 41.
http://www.ejurnalmusirawas.or
g/2015/01/supervisi-akademik
pengawas-sekolah-dan.html (3
April 2010)
Purwanto, M. Ngalim. 1999. Administrasi
dan Supervisi Pendidikan.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sahertian, Piet A. 2000. Konsep-Konsep
dan Teknik Supervisi Pendidikan
Dalam Rangka Pengembangan
Sumber Daya Manusia. Jakarta:
Rineka Cipta.
Suyanto dan Asep Jihad, 2013. Menjadi
Guru Profesional: Strategi
Meningkatkan Kualifikasi dan
Kualitas Guru di Era
Globalisasi, Jakarta: Erlangga..
Syaiful Sagala, H. 2010. Supervisi
Pembelajaran Dalam Profesi
Pendidikan:Membantu
Mengatasi Kesulitan Guru
Memberikan Layanan Bermutu.
Bandung: Alfabeta.
Thursan Hakim. 2001. Belajar Secara
Efektf. Jakarta, Puspa Swara.