HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN PENINGKATAN PRESTASI KERJA GURU

Authors

  • Sunarto SDN Sumberjaya 01 Author

Keywords:

Adversity quotient, prestasi kerja

Abstract

Prestasi kerja guru merupakan hal yang sangat menentukan keberhasilan lembaga pendidikan. Akan tetapi dalam pelaksanaannya prestasi kerja guru masih belum sepenuhnya terlihat. Dengan mengacu dari kondisi di atas, maka dipandang perlu dianalisis kemampuan guru dalam menghadapi kesulitan yang dialaminya ketika melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Dari sekian banyak kemampuan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup, termasuk dalam menghadapi kesulitan dalam mencapai dan meningkatkan prestasi kerja guru adalah kemampuan Adversity Quotiont. Adversity quotient dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dalam hidup karena seseorang yang memiliki AQ yang tinggi bisa sukses meskipun dengan keterbatasan dan banyaknya hambatan menghadang mereka. Mereka pantang menyerah. Guru yang ber-AQ tinggi akan terus meningkatkan dan meraih prestasi yang setinggi-tingginya. Ada 3 tipe manusia dalam Adversity Quotient, yaitu:  Quitters (orang-orang yang berhenti), Campers (orang-orang yang berkemah), Climbers (orang orang pendaki). Dalam hubungannya dengan peningkatan prestasi kerja guru, Adversity Quotient diperlukan. Diharapkan bahwa guru-guru dapat menempatkan diri pada posisi tipe ketiga, yaitu Climbers (orang-orang pendaki). Karena pada tipe ini memiliki karakter guru yang tak pernah menyerah pada kesulitan, terus berjuang dalam mengejar cita-cita, kreatif, memiliki motivasi yang tinggi, dan optimis dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

References

Stoltz, Paul G. 2000. Adversity Quotient; Mengubah Hambatan Menjadi

Peluang. Jakarta: Grasindo.

https://www.kajianpustaka.com/2017/09/adversity-quotient-aq.html

https://www.academia.edu/31925635/BAB_II_KAJIAN_TEORI_2_1_Prest

asi_Kerja_Guru_2_1_1_Pengertian_Prestasi_Kerja_Guru

Downloads

Published

2023-03-03

Issue

Section

Articles