UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI METODE TIME TOKEN SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 2 CIKARANG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Authors

  • R Betty Kaniasari SMPN 2 Cikarang Timur Author

Keywords:

Time Token, Penelitian Tindakan Kelas, Keaktifan, Hasil belajar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS dengan penerapan metode pembelajaran Time Token dan (2) mendapatkan bukti bahwa metode pembelajaran Time Token dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Cikarang Timur tahun ajaran 2018/2019. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklus ditempuh dengan 2 kali tindakan dan terdiri atas 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi selama kegiatan pembelajaran IPS berlangsung dengan menggunakan lembar observasi siswa dan guru, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Penelitian ini menggunakan dua bentuk analisis data yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keaktifan dan hasil belajar dalam pelaksanaan pembelajaran mulai dari siklus I, siklus II, dan siklus III mengalami peningkatan dengan cara melalui semua komponen atau karakteristik Time Token yang terangkum dalam 15 indikator keaktifan dan melalui penyampaian informasi (penyajian kelas), kegiatan belajar kelompok dengan metode Time Token, pelaksanaan tes, dan skor peningkatan individu. (2) Bukti peningkatan keaktifan siswa, rata-rata keaktifan siklus I sebesar 59,44%. Pada siklus II mengalami peningkatan, yaitu menjadi 72,96% dan meningkat lagi pada siklus III menjadi 74,07%. Bukti peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS setelah menggunakan metode pembelajaran Time Token selama pelaksanaan tindakan mengalami peningkatan dari siklus I sampai dengan siklus III. Hasil belajar siswa yang sudah memenuhi nilai KKM (70) pada siklus I sebanyak 5 siswa (13,89%); meningkat pada siklus II sebanyak 18 siswa (51,42%); dan meningkat lagi pada siklus III sebanyak 26 siswa (72,22%). Dengan demikian metode pembelajaran Time Token dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS.

References

Agus Suprijono. (2011). Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ahmad Turmuzi. (2011). Permasalahan Pembelajaran IPS Terpadu. Diakses dari

http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/31/permasalahan

pembelajaran-ips-terpadu/ pada tanggal 4 Juni 2012.

Anita Lie. (2004) Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di

Ruang- ruang Kelas. rev.ed. Jakarta: PT Grasindo.

Daryanto. (2007). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Dimyati dan Mudjiono. (2002). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hana Mauludea. (2011). “Efektivitas Penerapan Metode Time Token Arends dalam

Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas X Administrasi Perkantoran SMKN

1 Sambas Tahun Ajaran 2009/2010”. Skripsi. UNY.

Jati Mulyahadi. (2009). “Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Melalui Teknik

Teams Games Tournaments (TGT) di SMP Negeri 1 Sawangan,

Kabupaten Magelang”. Skripsi. UNY.

Max Darsono, dkk. (2000). Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang

Press.

Miles, Matthew B. and Huberman, A. Michael. (1992). Analisis Data Kualitatif.

Jakarta: UI Press.

Mohamad Uzer Usman. (2002). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

Moleong, Lexy J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja

Rosdakarya.

Muhammad Numan Somantri. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nana Sudjana. (2005). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Oemar Hamalik. (2006). Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar.

Surabaya: Usaha Nasional.

. (2006). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara.

. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Bumi Aksara.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi

untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: CV Eka Jaya.

Peraturan Perundang-undangan Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang

Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Sinar Grafika.

Rahayudha Virgonius Pratama. (2010). “Penerapan Pendekatan SAVI (Somatis

Auditori, Visual, Intelektual) untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Geografi di SMA Negeri 2 Bantul”. Skripsi. UNY.

Ratna Wilis Dahar. (1988). Teori- teori Belajar. Jakarta: P2LPTK.

Sapriya. (2011). Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

Sardiman A. M. (2003). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:

Rajawali Press.

Silberman, Melvin L. (2009). Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif

(Alih bahasa: Raisul Muttaqien). rev.ed. Bandung: Nusamedia.

Slavin, Robert E. (2010). Cooperative Learning Teori, Riset, dan Praktik (Alih

bahasa: Narulita Yusron). Bandung: Nusa Media.

Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Suharsimi Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan

Praktek.

rev.ed. Jakarta: Rineka Cipta.

, dkk. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Sumiati dan Asra. (2009). Metode Pembelajaran: Rumpun

Pembelajaran Efektif. Bandung: Wacana Prima.

Suwarsih Madya. (2007). Teori dan Praktik Penelitian Tindakan. Bandung:

Alfabeta.

Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan

Implementasinya dalam Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan

(KTSP). Jakarta: Bumi Aksara.

Undang-undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Jakarta: Sinar Grafika.

Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Wina Sanjaya. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Zainal Aqib. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Yrama Widya.

Downloads

Published

2022-09-03